“Muhamad-Sara dan Benyamin-Pilar, Saling Tuding Pelanggaran Dalam Sengketa Pilkada Tangsel”

Penulis : IRFAN.

Tangsel, Nusamedia.id Sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan yang diajukan pasangan calon nomor urut 1 Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang digelar di Mahkamah Konstitusi pada Jumat (5/2/2021) juga dihadiri oleh pihak pasangan nomor urut 3 Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan sebagai pihak terkait menuding Muhamad-Sara telah melakukan pelanggaran Pilkada.

“Kami juga sampaikan di sana bahwa ternyata pemohon itu yang banyak sekali melakukan pelanggaran,” kata kuasa hukum Benyamin-Pilar, Samsul Huda, dalam sidang yang disiarkan secara daring

Pelanggaran yang dimaksud Samsul adalah upaya mobilisasi aparatur sipil negara (ASN). Pihak Benyamin-Pilar mengatakan Muhamad adalah Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan sehingga lebih dekat dengan para ASN. Samsul juga mengatakan, pihak Muhamad-Sara telah melakukan praktik politik uang terselubung dengan menjanjikan uang sebesar Rp 100 juta per tahun untuk Rukun Warga (RW).

“Dan penambahan honor insentif bagi pengurus RT sebesar Rp 1 juta rupiah, ini adalah modus baru untuk money politic untuk memobilisir orang mendukung terhadap pasangan calon pemohon ini,” ujar dia.

Samsul juga mengungkapkan bahwa pihak Muhamad-Sara telah melakukan praktik politik uang di rumah ibadah. Samsul juga membantah kliennya telah menggunakan dana Baznas sebagai alat pemenangan. “Karena kegiatan Baznas adalah santunan ke anak yatim adalah rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Tangerang Selatan yang memang dihadiri oleh wali kota dan juga dihadiri oleh forkompinda,” kata Samsul.