Polisi Bongkar Klinik Aborsi di Raden Saleh

Jakarta, Nusamedia.id Kinik aborsi dikawasan Raden Saleh Jakarta Pusat, berhasil dibongkar oleh Polda Metro Jaya. Kinik aborsi ilegal yang telah beroperasi sekitar lima tahun dan dapat meraup untung Rp 70 juta per bulan tersebut, terbongkar saat polisi mengusut kasus pembunuhan pengusaha roti asal Taiwan, Hsu Ming-Hu (52).

“Setidaknya dalam satu bulan kurang lebih Rp 70 juta. Itu untuk pendapatan satu bulan bersih, artinya sudah pengeluaran lain,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat rilis di Mapolda Metro Jaya yang disiarkan secara daring , Selasa (18/8/2020).

Selanjudnya Tubagus menjelaskan, biaya aborsi ditetapkan sesuai tingkat usia kandungan pasien. Mekanisme dalam penetapan harga, setelah pasien menjalani pemeriksaan awal hingga tahap ultrasonografi (USG).

“Empat kriteria 6-7 minggu, 8-10 minggu, 10-12 minggu, dan 15-20 minggu. Biayanya tergantung tingkat kesulitan setelah dilakukan pemeriksaan awal, baik pemeriksaan medis maupun pemeriksaan dalam bentuk USG,” kata Kombes Tubagus Ade Hidayat

Dalam praktik aborsi ilegal tersebut, pembagian hasil aborsi yang telah ditetapkan sebesar 40 persen untuk tenaga medis, 40 persen untuk calo, dan 20 persen untuk pengelola.

“Untuk pembagiannya sudah ditetapkan. Karena harganya melakukan eksekusi disesuaikan usia (kandungan). Ini masih kami lakukan lidik lanjut,” ucapnya.

Saat ini, Polda Metro Jaya telah menangkap 17 tersangka yang terlibat kejahatan praktik aborsi berinisial :

  • dr.SS (57)
  • dr.SWS (84)
  • dr.TWP (59)
  • EM (68)
  • AK (27)
  • SMK (32)
  • W (44)
  • J (52)
  • M (42)
  • S (57)
  • WL (46)
  • AR (44)
  • MK (44)
  • WS (49)
  • CCS (22)
  • HR (23)
  • LH (46)

Dari Hasil penyelidikan Polisi, praktik klinik aborsi itu telah beroperasi selama lima tahun. Namun, polisi hanya menemukan catatan jumlah pasien dalam satu tahun terkahir.

“Dalam data satu tahun terakhir, mulai Januari 2019 sampai 10 April 2020, terdata ada 2.638 pasien aborsi,” kata Tubagus.