Operasional Ojek Online “Ditangguhkan”

JAKARTA, Nusamedia.id Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui Keputusan Mendagri Nomor 440-830 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman dari Covid-19 bagi ASN di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah. Dalam Kepmen tersebut, diatur sejumlah protokol dalam melaksanakan segala aktivitas pemerintahan dan kegiatan masyarakat selama penerapan era kenormalan baru atau new normal. “Tidak selamanya masyarakat harus hidup dalam masa karantina,” ujar Tito, dikutip dari lembaran Kepmen tersebut, Sabtu (30/5/2020).

“Kebijakan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) yang diterapkan mampu menekan penularan Covid-19. Namun di sisi lain juga menyebabkan berbagai aspek kehidupan ikut terdampak,” tuturnya. Berdasarkan lembaran Kepmen, terdapat protokol terkait transportasi publik. Salah satu poinnya, mengatur operasional ojek online dan ojek konvensional agar tetap ditangguhkan. Bunyi aturannya, pengoperasian ojek konvensional/ ojek online harus tetap ditangguhkan untuk mencegah penyebaran virus melalui penggunaan helm bersama dan adanya kontak fisik langsung antara penumpang dan pengemudi. Baca juga: Mendagri: Jika Pilkada Ditunda 2021, Apa Ada yang Menjamin Covid-19 Akan Selesai? Menurut Tito, pelonggaran PSBB bisa dilakukan, namun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan aktivitas kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan pada kondisi sebelum pandemi virus corona. “Inilah yang disebut dengan masyarakat produktif dan aman Covid-19,” ungkap Tito.